Melihat dari Ketinggian

72634493_2528055497427815_546812743382990848_o

Penting untuk dapat melihat semua masalahmu dari “ketinggian”! Banyak orang gagal mengambil jarak dari masalahnya dan dari emosi negatifnya lalu menjadi over-reactive dan over-sensitive. Dalam doa, kita jadi “terhubung” pada Yang Maha Tinggi… dan kita jadi lebih mudah melihat masalah dari perspektif yang lebih luas; dari cakrawala yang memberi kesempatan pada pergulatan untuk diubah menjadi berkat…
Semoga Anda hari ini diberi rahmat untuk mampu melihat persoalan dan tantangan hidup dengan lebih jernih… dari ketinggian!

Belajarlah Menerima Kasih…

Sebuah sudut kota Manila. Kampung itu adalah gunungan sampah setinggi 8 meter yang jadi lahan terbuka di mana banyak manusia mengais penghidupan. Di sana terdapat sebuah pos nutrisi yang dilayani para relawan Gereja. Seorang sahabatku dari Komunitas Emmanuel diutus ke tempat ini beberapa waktu yang lalu. Ia berjumpa dengan seorang anak laki-laki berusia 6 tahun yang sedang menggali sampah. Anak itu kurus dan tubuhnya legam oleh lumpur sampah. Anak itu tersenyum polos dan berhenti mengais. Ia berlari mendekati sahabatku tanpa rasa takut… kemudian segera memeluknya! Sahabatku terkejut.

Graphic: Atep Supriatna

Ia berpikir: apakah ia akan tertular banyak penyakit, tentang apakah bajunya akan ikut kotor… Namun sahabatku yang dipeluk itu segera sadar. Ini pelukan mereka yang empunya Kerajaan Allah! Ya, sahabatku tanpa ragu balas memeluk anak ini dengan sepenuh hatinya! Anak kecil itu lalu bertanya: “Apakah aku boleh mencium pipimu?” Sahabatku makin terkejut dengan pertanyaannya dan segera memberikan pipinya. Sahabatku kembali ke Indonesia dengan kenangan kuat bahwa di kampung pemulung itu, ia berjumpa, dipeluk, dicium dan diberkati oleh Kanak-kanak Yesus sendiri …

Continue reading “Belajarlah Menerima Kasih…”