Rm. Markus Apriyono SCJ: Pawang Hujan Amatir

penunggu Tugu Yogyakarta ūüôā

Tak banyak yang tahu bahwa Rm. Markus Apriyono SCJ ini dinobatkan menjadi pawang hujan resmi Skolastikat SCJ Yogyakarta. Berawal dari pembawaan Rm. Apri yang tenang, pendoa, meditatif-kontemplatif inilah ia dipercaya untuk berdoa mohon hujan tidak turun setiap kali ada hajatan outdoor komunitas. Sampai saat ini, belum ada doanya yang tak terkabul. Walau mendung pekat menghadang, seorang Romo kelahiran Tanjung Kemuning, 29 April 1985 ini tinggal menghembuskan nafasnya saja dan awan hujan akan pergi jauh-jauh (wah seperti film Kungfu Hustle-nya Tonny Leung hehehe … agak lebay ya … hehehe).

 Dengan doa dan puasa, frater dari 8 bersaudara ini sungguh yakin bahwa segala permintaan akan dikabulkan sesuai kehendak Sang Maha Kuasa. Maka tak heran bahwa perawakannya kurus kering (beberapa teman frater bahkan memaksanya puasa supaya ujian mereka joss).

Buah hati dari Bapak Andreas Kiswimikarjo (alm) dan Ibu Yustina Kasmirah ini sejak kecil memang terkagum-kagum dengan sosok romo paroki yang melayani stasinya. Kekaguman ini bertambah ketika ia bergabung menjadi misdinar dan mendapat berkat pertama serta menyalami romo. Hatinya yang terlanjur kepincut ini mendorong frater berkulit sawo (terlalu) matang ini masuk ke Seminari Menengah St. Paulus Palembang setamat dari SMPN 3 Purwodadi pada tahun 2000. Pembawaannya yang tenang, berwibawa dan kalem langsung membuat teman-teman seminarinya menaruh hormat pada frater satu ini.

¬†Kebiasaannya berdoa, meditasi dan olah rohani makin berkembang di seminari, sampai-sampai banyak yang meramalkan frater kita ini akan mendirikan kongregasi sendiri. Ternyata ramalan ini gagal total karena setelah menempuh pendidikan di seminari, Rm. Apri melamar dan diterima dalam Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ). Ketekunan dan keuletan yang menjadi keutamaannya membuatnya makin bersinar cemerlang dalam masa novisiat maupun skolastikan. Kreativitasnya pun patut diacungi jempul. Lihat saja kamarnya yang setiap tahun berganti tema dekorasi. Ada tema ‚Äúmusim gugur di Belanda‚ÄĚ (ada hiasan ranting-ranting dan daun-daun kering dari kebun di seluruh kamar) hingga tema ‚ÄúTuhan Yesus berdoa di Goa Selarong‚ÄĚ (di kamarnya ada foto Tuhan Yesus dan gua buatan lengkap dengan stalaktit dan stalagmit lho).

¬†Tentu saja banyak juga tantangan yang ia hadapi selama ini, apalagi setelah ia menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) nya di Paroki Kabar Gembira Kotabumi, Lampung. Tetapi keyakinannya tetap teguh, ‚ÄúDia yang telah memanggil itu adalah setia. Dia yang telah memulai karya baik dalam diriku, maka Dia pula yang akan menyelesaikannya!‚ÄĚ Keyakinan inilah yang memberanikan pawang hujan kita mengikat janji berjubah putih hingga mati pada Agustus 2011 dan ditahbiskan sebagai Imam Hati Kudus Yesus pada Agustus 2013 yang lalu! Maju terus, pawang hujanku… eh… romoku!

 

 

 

Advertisements

Skolastikat SCJ: Rumah Formasi SCJ Yogyakarta

Para Frater-Bruder Skolastik (students) SCJ di Yogyakarta

Skolastikat SCJ adalah tempat pembinaan utama para SCJ muda setelah masa Tahun Rohani di Novisiat. Para Frater dan Bruder selama paling sedikit 6 tahun membentuk- mengolah diri serta panggilan bersama Allah dan para pembimbing. Inilah tempat di mana para imam SCJ ‚Äėdilahirkan‚Äô dan karya pelayanan-persembahan diri seluas dunia disemaikan.

Terletak di pinggiran kota Yogyakarta, komunitas studi ini terbagi menjadi dua rumah pembinaan. Rumah pertama kami di Jalan Kaliurang KM 7,5 ditempati oleh para Frater-Bruder¬† tingkat I hingga tingkat IV. Rumah kedua kami di Jalan Wulung 9A ‚Äď Papringan dihuni oleh para Frater-Bruder tingkat V dan VI yang berfokus lebih pada studi pasca-sarjana dan persiapan menuju imamat mereka.

Saat ini, kita memiliki 32 orang Frater-Bruder Skolastik tingkat I hingga tingkat IV, 3 orang Frater yang sedang menjalani masa Tahun Orientasi Pastroral di paroki, 8 orang Frater-Bruder di tingkat V, 1 orang Frater di tingkat VI dan 2 orang Frater tingkat akhir yang hampir menyelesaikan Program Imamat mereka. Empat puluh enam pemuda dengan cita-cita mulia ini didampingi oleh Rm. FX Tri Priyo Widarto, SCJ (Rektor Rumah), Rm. Gerard Zwaard, SCJ (Ekonom), Rm. FA Purwanto, SCJ (Pembimbing dan Dosen), Rm. Markus Tukiman, SCJ (Delegatus Rektor untuk Rumah SCJ II) dan Rm. CB. Kusmaryanto , SCJ (Pembimbing dan Dosen).  Kelima staff formator ini dengan sepenuh hati mengabdikan diri mereka untuk pendampingan yang integral bagi para Frater-Bruder ini.

 

Enam pilar pendidikan integral yang selalu menjadi panduan bagi para formator dan formandi ini adalah: hidup rohani, kepribadian, hidup komunitas, kesehatan, spiritualitas dehoniana, dan karya pastoral. Berbekal enam dimensi ini, setiap anggota SCJ muda diharapkan terbantu menghayati hidup kemurnian, kemiskinan dan ketaatan yang ia pilih dan ikrarkan dihadapan Allah.

 

Pendampingan cura personalis (memperhatikan perkembangan setiap pribadi) menjadi tekanan utama dalam masa pembinaan di Skolatikat SCJ ini karena kami menyadari benar bahwa masa formasi ini bukanlah sekadar ‚Äėmasa kuliah‚Äô saja. Kami menyadari benar-benar bahwa Gereja dan umat saat ini membutuhkan seorang imam-biarawan yang mau setia dan dengan rendah hati berpegang pada Allah saja.

 

Oleh karena itu, dalam banyak kesempatan kami selalu membuat penegasan roh bersama dalam pertemuan komunitas, dalam bimbingan rohani dan dalam perjumpaan dan keterlibatan karya pastoral mengajar di sekolah, kunjungan doa bagi yang sakit, pendampingan retret dan rekoleksi, pastoral penjara dan orang muda. Panggilan menjadi biarawan dan imam adalah panggilan istimewa yang menuntut kepenuhan pribadi yang baik dan kepasarahan luar biasa pada kehendak Allah. Kita tentu tidak mengharapkan imam-imam yang semata-mata pandai dalam olah nalar dan pikiran, tetapi juga yang sekaligus tajam dalam budi, halus dalam hati-rasa dan berpakaian kekudusan.