“Wajah Tuanku…”

#SoulBites 2.0 – 14 Feb 2016

Seorang sahabat berkisah tentang anjingnya, Hera, yang dilatih untuk berpantang daging di masa Prapaska ini. Awalnya sulit sekali melatih Hera. Tiap kali daging diletakkan di tanah, Hera langsung menyambarnya. Namun setiap kali pula Hera mendapatkan pukulan disiplinnya hingga ia mengerti bahwa daging tak boleh ia sentuh…betapapun menggodanya.

image

Hera punya trik sendiri agar ia tak tergoda dengan potongan daging merekah itu. Ia hanya sekali curi pandang ke arah daging lezat lalu mendongak ke atas, tak mau melihatnya. Ya, Hera memilih melihat selalu ke atas, berfokus pada wajah tuannya…

Continue reading ““Wajah Tuanku…””

Advertisements

Belajarlah Menerima Kasih…

Sebuah sudut kota Manila. Kampung itu adalah gunungan sampah setinggi 8 meter yang jadi lahan terbuka di mana banyak manusia mengais penghidupan. Di sana terdapat sebuah pos nutrisi yang dilayani para relawan Gereja. Seorang sahabatku dari Komunitas Emmanuel diutus ke tempat ini beberapa waktu yang lalu. Ia berjumpa dengan seorang anak laki-laki berusia 6 tahun yang sedang menggali sampah. Anak itu kurus dan tubuhnya legam oleh lumpur sampah. Anak itu tersenyum polos dan berhenti mengais. Ia berlari mendekati sahabatku tanpa rasa takut… kemudian segera memeluknya! Sahabatku terkejut.

Graphic: Atep Supriatna

Ia berpikir: apakah ia akan tertular banyak penyakit, tentang apakah bajunya akan ikut kotor… Namun sahabatku yang dipeluk itu segera sadar. Ini pelukan mereka yang empunya Kerajaan Allah! Ya, sahabatku tanpa ragu balas memeluk anak ini dengan sepenuh hatinya! Anak kecil itu lalu bertanya: “Apakah aku boleh mencium pipimu?” Sahabatku makin terkejut dengan pertanyaannya dan segera memberikan pipinya. Sahabatku kembali ke Indonesia dengan kenangan kuat bahwa di kampung pemulung itu, ia berjumpa, dipeluk, dicium dan diberkati oleh Kanak-kanak Yesus sendiri …

Continue reading “Belajarlah Menerima Kasih…”

Doa Kepada Hati Kudus Yesus

Ya Tuhan, aku berdoa, agar di rumahku ada damai, ketenangan dan kesejahteraan di dalam naungan-Mu. Berkatilah dan lindungilah usahaku, pekerjaanku, segala keingiananku dan semua yang Kauserahkan kepadaku. Usirlah nafsu dari dalam hatiku, rencana palsu dan pikiran jahat. Tuangkanlah di dalam hatiku, cinta kepada sesama dan anugerahkanlah kepadaku semangat penyerahan yang teguh, teristimewa pada saat kemalangan, agar supaya aku bangun dari kebimbangan.

Ya Tuhan, bimbinglah dan lindungilah hidupku dari bahaya-bahaya dan ketidaktentuan dunia. Jangan lupa, ya Yesusku, orang-orang yang kukasihi, baik yang masih hidiup maupun yang sudah meninggal, yang menyebabkan kesedihan kami. Tetapi kami dihibur oleh ketaatan mereka waktu mereka masih hidup, sehingga Engkau tidak menyerahkan mereka kepada maut. Kasihanilah mereka Tuhan, dan bawalah mereka kepada kemuliaan surgawi. Amin.

 

 

 

Hening Doa dan Pergulatan Hidup

Bergulat dalam Doa…

Kadang-kadang ada wilayah yang terlalu dalam untuk dapat digapai dengan kata-kata…

Kadang-kadang kita hanya perlu diam, hening sejenak…

Belajar mendengar Allah dengan hati tertunduk,

juga di saat-saat ketika tampaknya Ia juga diam dan seolah menjadi tiada…

Kadang-kadang, teman, Ia hanya meminta kita untuk bertahan sebentar lagi… bertahan bergantung pada salib kita sendirian…

Menurut saya, ini juga terbilang doa…