“Tangan Pendoa…”

‪#‎SoulBites‬ 2.0 | 15/10/2015
Di pedesaan Jerman pada abad XV. Albert and Albrecht adalah kaka beradik pecinta lukisan. Albert muda berjanji pada adiknya, Albrecht: “Kau akan dapat mengejar impianmu! Kau akan menjadi seorang seniman ulung!” Sang kakak pun bekerja sangat keras di tambang yang kasar agar adiknya dapat masuk akademi seni di kota. Dan sang adik pun belajar dengan sangat tekun agar ia dapat segera lulus lalu ganti bekerja agar sang kakak dapat masuk akademi seni yang sama. Tahun berlalu dan sang adik, Albrecht, lulus dengan sangat baik. Ia dengan cepat menjadi terkenal karena sketsa dan lukisannya yang indah.

Continue reading ““Tangan Pendoa…””

Advertisements

“Dari Abu Menuju Keabadian…”

‪#‎SoulBites‬ 2.0 | 17102015

Saya selalu ingat dengan salah satu penggalan kisah dalam Harry Potter: bagaimana burung phoenix tampak mati menjadi abu, namun kemudian dari abu itu ia dilahirkan kembali dengan lebih berkilau…

Continue reading ““Dari Abu Menuju Keabadian…””

“Kisah Kasih …”

15804_928900300474975_218940033772303144_n

Sahabatku berkisah tentang sepasang suami istri muda yang selalu bersama naik sepeda motor menuju tempat kerjanya. Suatu pagi, sang suami berkendara lebih ngebut dari biasanya. Sang istri yang tak pernah memakai helm karena takut merusak tatanan rambutnya mengeluh: “Pelan-pelan saja, sayang!”  Sang suami tertawa: “Ah, ini menyenangkan kok!” “Tidak, ini tidak menyenangkan! Aku mulai takut bila kau ngebut!” ujar sang istri. Sang suami tampak tersenyum: “Oke, kalau begitu katakan dulu kau mencintaiku!” Sang istri yang cemas setengah berteriak menjawab: “Baik! Aku mencintaimu! Sekarang, jangan ngebut lagi!” Continue reading ““Kisah Kasih …””

Kisah Obor Penerang

Ya… kita juga bisa menjadi obor itu…

Seorang murid bertanya pada gurunya:

“Guru, apakah bedanya penerangan budi dan penerangan iman?”

Guru itu menjawab dengan bijak:

“Akal budi akan menjadi obor bagi hidupmu, namun dengan iman yang menyala, engkau akan menjadi obor itu sendiri…”

Kadang, iman itu berarti juga menerima dengan hati besar rancangan Allah yang tidak dapat kita mengerti dengan akal budi…