Tiga Alasan Mengapa Tidak Perlu ‘Terlalu Marah’ Pada Pelaku Perusakan Gedung Gereja

Oleh: Rm. Albertus Joni SCJ ~ Sacred Heart Seminary and School of Theology, USA

facebook_1520506965004

  1. … karena Tuhan Yesus sendiri anti-kekerasan!

Gedung gereja memang menjadi simbol dari kehadiran Tuhan di tengah kita. Bila ia dirusak dan dihancurkan, wajar bila hati kita terusik dan tergelitik oleh amarah. Namun demikian, amarah – dalam kadar rasional – tidak boleh memicu rasa panik dan tindak kekerasan apapun sebagai bentuk balas dendam. Amarah kita tidak boleh membuat kita gagal menjadi pribadi yang welas-asih dan pemaaf. Kita tentu tidak asing dengan sabda Tuhan Yesus ini: “…tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu” (Mat 5:39).

Bila kita merasa marah dan merasa perlu ‘membela Tuhan’ dengan balik menghancurkan, balas menjelekkan dan melukai hati saudara-saudari yang beriman lain, dengan sendirinya, kita tidak lagi menjadi Kristiani!

Continue reading “Tiga Alasan Mengapa Tidak Perlu ‘Terlalu Marah’ Pada Pelaku Perusakan Gedung Gereja”

“Si Tukang Kayu Misterius …”

#SoulBites 2.0

Tahun 1873 di sebuah desa di Amerika Utara. Para suster Loretto kebingungan. Mereka kekurangan satu tangga naik menuju balkon koor di dalam kapel yang baru dibangun. Tangga dengan model biasa seperti yang kita gunakan untuk memanjat pohon tidak bisa mereka pakai. Maklum, para suster mengenakan jubah panjang. Mudah sekali menginjak jubah sendiri lalu terpeleset saat memanjat tangga. Belum lagi kalau ada nakal yang berusaha mengintip rok para suster, hahaha… Sayang, sisa ruangan begitu kecil hingga tak mungkin membuat sebuah tangga beton.

Loretto-Chapels-spiral-staircase

Akhirnya, mereka memutuskan untuk berdoa Novena kepada St. Yosef. Pada hari kesembilan doa Novena, muncullah seorang asing yang kusam baju namun kuat dan gagah penampilannya. Ia mengatakan akan membangun tangga untuk para suster dengan syarat ia butuh privasi selama tiga bulan. Para suster Loretto tidak yakin karena alat-alatnya sangat primitif: sebuah gergaji dan pahat-palu tua. Lebih aneh lagi, si lelaki misterius itu hanya meminta air hangat setiap hari.

Continue reading ““Si Tukang Kayu Misterius …””

“Pengertian yang Lebih Mendalam…”

#SoulBites 2.0

Seorang profesor peneliti biota laut sedang menertawakan awak kapal yang bahkan tidak lulus SD. Si Prof dengan kacamata sedikit turun bertanya meremehkan: “Apa kau pernah belajar zoologi, biologi atau fisiologi?” Sang pelaut muda itu menjawab santun: “Tidak, Tuan! Saya bahkan tak lancar membaca…” Sang Prof terbahak tertawa dan berlalu sambil berkata: “Oh Tuhan! Anak muda ini akan mati karena buta huruf…”

IMG_7333

Continue reading ““Pengertian yang Lebih Mendalam…””

“Asuransi yang Menyembuhkan…”

#SoulBites 2.0

image

Ibu paruh baya itu berlutut cukup lama mengakukan dosanya dan telingaku – yang tak begitu baik kualitasnya – mulai lelah mendengarkan ratusan jenis dosa. Sampai di ujung pengakuannya, sang ibu bertutur: “Romo, saya menyesal dan saya mohon asuransi yang berguna bagi jiwa saya…” Sambil berusaha menenangkan diriku, saya berujar: “Bu, penitensi atau asuransi yang Anda minta?” Dan sekali lagi, dengan mantap ibu itu menjawab sambil menatap dalam mataku: “Asuransi, rom!”

Continue reading ““Asuransi yang Menyembuhkan…””

“Wajah Tuanku…”

#SoulBites 2.0 – 14 Feb 2016

Seorang sahabat berkisah tentang anjingnya, Hera, yang dilatih untuk berpantang daging di masa Prapaska ini. Awalnya sulit sekali melatih Hera. Tiap kali daging diletakkan di tanah, Hera langsung menyambarnya. Namun setiap kali pula Hera mendapatkan pukulan disiplinnya hingga ia mengerti bahwa daging tak boleh ia sentuh…betapapun menggodanya.

image

Hera punya trik sendiri agar ia tak tergoda dengan potongan daging merekah itu. Ia hanya sekali curi pandang ke arah daging lezat lalu mendongak ke atas, tak mau melihatnya. Ya, Hera memilih melihat selalu ke atas, berfokus pada wajah tuannya…

Continue reading ““Wajah Tuanku…””

“Berenikhe”

#SoulBites 2.0 – 12 Feb 2016

Para wanita pasti mengenal derita bulanan yang rutin datang. Bagi wanita muda bernama Berenikhe ini, derita ini jadi jauh lebih hebat karena ia mengalami perdarahan yang konstan. Tubuhnya melemah.

image

Ia kekurangan zat besi dan mineral karena darah dari rahimnya mengalir tetap. Orang-orang sebangsanya mengatakan bahwa ia kena tulah dan hukuman Allah.

Continue reading ““Berenikhe””

“Senyum seorang Imam…”

#SoulBites 2.0 | 19112015

Saat saya berjumpa dengan romo Sepiono SCJ, hal yang paling kuat membekas adalah senyum tulusnya. Ia adalah romo dengan senyum yang meyakinkan kita bahwa dunia ini masih layak ditempati…

image

Padahal, sahabatku, paroki tempatnya bertugas terletak lebih jauh dari tempatku berkarya. Medan pelayanannya berat…ah ya, per mobilnya baru saja patah karena jalan yang terlampau buruk untuk dilalui… Di pedalaman Sumatera ini, saya belajar banyak dari sosok imam SCJ yang sederhana ini.

Continue reading ““Senyum seorang Imam…””

“Komitmen… “

#SoulBites 2.0 | 06112015

Wanita paruh baya itu acapkali mengusik batinku. Gurat wajahnya adalah kisah perjuangan yang berat membesarkan dan mendidik anak laki lakinya. Wanita ini sederhana jalan pikiran dan impiannya. Ia tak lulus SD namun selalu cerewet soal pendidikan anaknya. Ia mengusahakan putranya meraih apa yang ia impikan…

Continue reading ““Komitmen… “”

“Angela…”

#SoulBites 2.0 | 05112015

Usianya 8 tahun. Namanya Angela. Anak perempuan manis itu selalu menyambutku di depan pintu gereja sebelum misa: “Romo, salaman ya!” Lelahku seketika hilang tiap kali melihat senyum lebarnya di sana…

image

Seminggu lalu, senyumnya menghilang. Ia tak sadarkan diri karena demam terlampau tinggi. Kejang demam mendera sementara orangtuanya, petani karet sederhana di pedalaman Lampung, tak mampu banyak berbuat… Mereka dibatasi jarak dan tipisnya isi dompet… Sang ibu hanya mampu menangis dan ayahnya malah justru jatuh pingsan melihat putri kecilnya amat menderita…

Continue reading ““Angela…””