#RomoKoko: Mengapa Berdevosi Kerahiman Ilahi?

Kerahiman Ilahi mungkin adalah devosi yang paling populer saat ini. Namun pertanyaan utamanya: mengapa kita berdevosi pada Kerahiman Ilahi di zaman modern ini? Sembari mendengar kesaksian iman dari Angelina Streenstra, kita akan belajar lebih dalam antara kaitan Kitab Suci dengan devosi ini dan mengapa orang di zaman modern masih harus berharap pada Kerahiman Ilahi…

#SoulBites: Tentang Penderitaan

#SoulBites – “Tentang Penderitaan”

Roma 8:28: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
.
.
Silahkan membagikan berkat Tuhan kepada keluarga, rekan dan sahabat Anda semua! #romokoko #renungandehonian #priestsofthesacredheart#dehonian #dehonianos #imamhatikudusyesus

Iman dan Kearifan Panggilan

HOMILI PAUS FRANSISKUS

MISA PENUTUPAN SIDANG UMUM BIASA SINODE TENTANG KAUM MUDA, BASILIKA SANTO PETRUS, VATIKAN, 28 Oktober 2018

Bacaan Ekaristi : Yer. 31:7-9; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Ibr. 5:1-6; Mrk. 10:46-52.

Kisah yang baru saja kita dengar adalah kisah terakhir dari kisah-kisah penginjil Markus yang berkaitan dengan pelayanan keliling Yesus, yang akan memasuki Yerusalem untuk wafat dan bangkit. Bartimeus dengan demikian adalah orang terakhir dari orang-orang yang mengikuti Yesus di sepanjang jalan : dari seorang pengemis di sepanjang jalan menuju Yerikho, ia menjadi seorang murid yang berjalan bersama murid-murid lainnya dalam perjalanan menuju Yerusalem.. Kita juga telah berjalan saling berdampingan; kita telah menjadi sebuah “sinode”. Injil ini memetereikan tiga langkah dasariah dalam perjalanan iman.

Pertama, marilah kita membahas Bartimeus. Namanya berarti “anak Timeus”. Begitulah cara Injil menggambarkannya : “Bartimeus, anak Timeus” (Mrk 10:46). Namun anehnya, ayahnya tidak didapati. Bartimeus sendirian di pinggir jalan, jauh dari rumah dan tanpa ayah. Ia tidak dicintai, tetapi terabaikan. Ia buta dan tidak punya siapa-siapa untuk mendengarkannya. Yesus mendengar permohonannya. Ketika Ia datang kepadanya, Ia membiarkannya berbicara. Tidaklah sulit menebak apa yang diinginkan Bartimeus : jelas, orang buta ingin melihat atau mendapatkan kembali penglihatannya. Tetapi Yesus meluangkan waktu; Ia meluangkan waktu untuk mendengarkan. Inilah langkah pertama dalam membantu perjalanan iman : mendengarkan. Mendengarkan adalah kerasulan telinga : mendengarkan sebelum berbicara.

WORLD YOUTH DAY KRAKOW

Continue reading “Iman dan Kearifan Panggilan”

Tiga Alasan Mengapa Tidak Perlu ‘Terlalu Marah’ Pada Pelaku Perusakan Gedung Gereja

Oleh: Rm. Albertus Joni SCJ ~ Sacred Heart Seminary and School of Theology, USA

facebook_1520506965004

  1. … karena Tuhan Yesus sendiri anti-kekerasan!

Gedung gereja memang menjadi simbol dari kehadiran Tuhan di tengah kita. Bila ia dirusak dan dihancurkan, wajar bila hati kita terusik dan tergelitik oleh amarah. Namun demikian, amarah – dalam kadar rasional – tidak boleh memicu rasa panik dan tindak kekerasan apapun sebagai bentuk balas dendam. Amarah kita tidak boleh membuat kita gagal menjadi pribadi yang welas-asih dan pemaaf. Kita tentu tidak asing dengan sabda Tuhan Yesus ini: “…tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu” (Mat 5:39).

Bila kita merasa marah dan merasa perlu ‘membela Tuhan’ dengan balik menghancurkan, balas menjelekkan dan melukai hati saudara-saudari yang beriman lain, dengan sendirinya, kita tidak lagi menjadi Kristiani!

Continue reading “Tiga Alasan Mengapa Tidak Perlu ‘Terlalu Marah’ Pada Pelaku Perusakan Gedung Gereja”