Frater di Tepian Pantai

Pasti lain kisahnya kalau pakai fraternya pakai jubah… ckckckck

Seorang frater diam-diam merencanakan liburan di Bali. Celana renang, krim sunblock, sunglasses sudah siap. Sesampai di Bali, ia melepas jubahnya dan dengan pe-de berjemur menikmati pantai.

Seorang wanita cantik mendekat dan menyapa: “Pagi, frater!”

Si frater terkejut bukan main karena ada yang mengenalinya. ia hanya mengangguk sopan dan menjawab singkat: “Pagi juga!” Mungkin kebetulan.

Tak lama kemudian, datang wanita muda lain dengan rambut tergerai dan bikini yang tipis menyapa: “Pagi, frater!”

Begitu seterusnya hingga berulang kali wanita-wanita seperti supermodel menyapanya: ‘frater’.

Akhirnya, si frater tak tahan dan bertanya: “Maaf… saya memang frater dan saya bangga dengan itu. Tetapi, lihatlah… saya hanya memakai celana renang ini dan semua wanita cantik di pantai ini tahu bahwa saya seorang frater… bagaimana mungkin?”

Si wanita berbikini tipis merah menyala itu menjawab: “Lho, frater… tidak kenal saya? Saya suster Angela… dan yang tadi Sr. Konstan, Sr. Amel, Sr. Gio, dll…”

 

&*%$#@)_+… hahahahahahaha.. malaikat terang juga bisa tampil seperti iblis ya… 🙂

Advertisements

Suster Kepala dan Suster Muda

para suster yang bergembira bersama… mengikuti Tuhan itu luaaar biasa!

Suster Kepala yang terkenal penuh disiplin bertanya pada seorang suster muda: “Suster, apa yang Anda lakukan kalau tiba-tiba di gang yang gelap Anda dicegat seorang pemuda berniat jahat?”

Suster muda menjawab sambil tersenyum malu-malu: “Oh, Madre… saya mungkin akan mengangkat rok saya…”

Suster Kepala kaget… “Hah? Mengangkat rokmu? Lalu apa yang akan kamu lakukan?”

Suster muda menjawab tersipu: “Madre, saya akan minta pemuda itu membuka celananya…”

Madre marah: “Kamu gila ya? Kamu itu biarawati!”

Suster muda menjawab: “Tapi Madre… bukankah saya akan lebih cepat berlari dengan rok terangkat dan dia juga tak bisa mengejar saya kalau celananya diturunkan…”

#huahuahuahauahuahuahua…. Ok, guys… Jangan cepat berprasangka buruk! Berpikiran positif itu sangat Kristiani!

Tuhan Yesus dan ‘AyahNya’

St. Joseph Si Tukang Kayu

Yesus bertemu dengan seorang laki-laki tua yang kelihatan bingung di depan gerbang surga.

Tuhan Yesus bertanya:”Ada apa, Pak?”

Lelaki tua itu menjawab: “Saya kehilangan anak laki-lakiku! Ah, aku ingin kembali ke dunia!”

Tuhan Yesus prihatin: “Apa yang Anda kerjakan di dunia?”

“Oh, saya seorang tukang kayu sederhana… dan anak laki-lakiku seorang yang istimewa! Dia hidup sedemikian rupa sehingga meninggalkan bekas lubang di tangan dan kakinya…”

Tuhan Yesus terkejut karena Ia memiliki luka bekas penyaliban di tangan dan kakinya.

Tuhan Yesus memicingkan matanya, mendekat.. .melihat sungguh-sungguh wajah lelaki tua itu dan berbisik ragu-ragu: “A… Ayah?”

Laki-laki itu terkejut menjawab: “Ah, Pinokio?”

#hahahaha, ternyata bukan St. Yoseph yaa… rupanya bapaknya Pinokio yang tersesat di sana, hahahaha…

Mukjizat Kana yang Kedua?

tabung ‘anggur’ baru? 🙂

 

Dua orang frater ikut bersama ambulans mengantar seorang Romo tua yang sakit keras. Di tengah jalan pinggir kota, mereka kehabisan bensin dan mobil berhenti di pinggir jalan. Kedua frater itu tentu berjubah sehingga seorang sopir angkot Katolik berhenti dan menawarkan bantuan.

“Aduh, frater… saya sih senang hati memberi sedikit bensin dari angkot ini… tapi sayang, saya tidak punya wadah tampungan untuk bensinnya!”

Frater X kembali ke mobil dengan membawa pispot-nya Romo yang sakit keras tadi.

“Kalau pakai ini, bisa kan Pak? Belum sempat digunakan kok!” tanya frater X.

Si Sopir menjawab:

“Ya ya, bagus sekali.. pispot ini cocok sekali!”

Akhirnya, terisilah pispot itu dengan bensin dan kemudian dua frater berjubah putih itu dengan amat hati-hati menuangkan bensin itu dalam tanki ambulans mereka. Saat mereka sedang menuangkan, datanglah seorang Polantas yang kemudian sambil menggelengkan kepala berkata:

“Frater, saya rasa cara itu tak akan berhasil… Tapi saya kagum dengan iman kalian yang ingin mengulangi mukjizat di Kana: pipis berubah jadi bensin?”

#hahahahaha… bukankah kadang orang yang beragama lain sering menerrtawakan iman kita? No no, jangan marah pada mereka… ingat saja kisah mukjizat kedua kana ini… 🙂

Pengakuan Seorang Putra Altar

Putra altar menghidupi kekudusan dengan cara yang gaul? Sure! 🙂

Seorang putra altar pergi mengaku dosa.

“Bapa, aku telah melakukan dosa berat pada seorang anak perempuan yang cantik…”

Bapa: “Ya ampun, anakku… siapa nama anak perempuan itu?”

“Aku tak bisa mengatakan namanya, Bapa… nanti namanya jadi rusak”

Bapa: “Bapa tak akan membocorkan namanya… Apakah si Rini Monica?”

“Bukan, Bapa…”

“Atau si Devy Angela?”

“Aku tak dapat mengatakannya Bapa…”

“Oh, atau si Petty Farah?”

“Rahasia, Bapa..”

“Atau si Kiara Fatrin?”

“Ah, Bapa… mulutku tetap terkunci…”

Sang pastor mulai kesal dan memberi penitensi:

“Oke, kamu keras kepala ya… Baik, kamu saya hukum 3 bulan tidak boleh melayani sebagai putra altar!”

Sesaat kemudian si putra altar keluar kamar pengakuan dan ditanya temannya: “Apa penitensimu?”

Si bocah pintar itu tersenyum santai:

“Aku dapat jatah liburan 3 bulan dan 4 nama gadis tercantik di paroki ini untuk didekati”

# hahahahaha… cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati ya!

Seorang Suster di Gua Betlehem…

ini hanya kursi… hanya kursi… 🙂

 

Seorang Romo, frater dan suster diberi karunia kembali ke Betlehem pada saat Tuhan Yesus dilahirkan…

Sang Romo larut dalam doa dan masuk pada pengalaman mistik karena misteri Sabda jadi manusia…

sang frater tertunduk dan merenungkan kerendahan hati Allah yang mau jadi manusia…

Sang suster? Dia menarik lengan St. Yosef dan Bunda Maria, lalu bertanya dengan tatapan serius:

“Bagaimana? Sudah terpikir mau menyekolahkan Tuhan Yesus di mana?”

 

#wkwkwk… tribute to all sisters who formed my early years in their strict-schools

It’s Time to Fly!

“Seorang penulis pernah berkata padaku bahwa malaikat itu dapat terbang melayang karena mereka tidak pernah berpikir terlalu serius tentang diri mereka sendiri… kita juga mungkin dapat terbang andai tidak terlalu menganggap diri kita yang terpenting!” (Paus Benediktus XVI )

# saatnya menyadari dan menghargai keberadaan orang-orang di sekitar kita… mereka membuat dunia tampak semarak, bukan? It’s time to fly, brothers-sisters! ^^

Image

Perhatikan Sekolah Katolikmu!

Perhatikan sekolah katolikmu… apakah kelasnya meletakkan salib di antara foto presiden dan wakil presiden? hati-hati bisa terjerat pasal penghinaan kepala negara…

ingat, Yesus disalibkan dengan dua penjahat di sebalah kanan dan kirinya ! ^^

#wkwkwkwk … bila pemimpin gagal memimpin, memang mereka bisa sama jahatnya dengan para penjahat… 

Obituari bagi Sang Mafia

 

Kakak beradik mafia ini terkenal sangat kejam namun tetap pergi ke gereja agar terlihat seperti orang baik. Suatu hari, sang adik meninggal mendadak dan sang kakak segera menghubungi pastor parokinya yang masih muda untuk upacara pemakaman Katolik. Sang kakak berkata:
“Saya akan memberi Gereja ini US$ 100.000 asalkan Bapa mau menyebut adik saya sebagai ‘orang kudus’ pada saat pemakaman nanti!”

 

Sang pastor menyetujui. Tak kalah cerdas dan supaya tak berbohong di hadapan umat, Bapa bijaksana itu berkhotbah:

“Anda tahu bahwa yang meninggal ini adalah seorang bajingan yang kejam, suka membunuh, merampok dan bahkan menyiksa anak-isterinya… tetapi bila dibandingkan saudaranya yang masih hidup, ia adalah seorang kudus!”…

# hehehe… :p humor adalah jalan tak terduga keluar dari kerumitan hidup!