“Berenikhe”

#SoulBites 2.0 – 12 Feb 2016

Para wanita pasti mengenal derita bulanan yang rutin datang. Bagi wanita muda bernama Berenikhe ini, derita ini jadi jauh lebih hebat karena ia mengalami perdarahan yang konstan. Tubuhnya melemah.

image

Ia kekurangan zat besi dan mineral karena darah dari rahimnya mengalir tetap. Orang-orang sebangsanya mengatakan bahwa ia kena tulah dan hukuman Allah.

Agamanya mengajarkan bahwa tubuhnya sedang najis dan tak boleh disentuh siapapun. Ia sendirian dan ditinggalkan. Berenikhe putus asa…sampai ia mendengar bahwa ada seorang penyembuh yang datang dari antah berantah.

Dengan sisa tenaganya, Berenikhe berjuang mendekati sang penyembuh berjubah putih itu. Ia sendiri merasa tidak enak hati karena kenajisan fisiknya. Namun Berenikhe menetapkan hatinya: “aku akan memegang ujung jubahnya saja…dan aku akan sembuh!”

Ia berjuang maju dalam himpitan kerumunan dan berhasil menyentuh jumbai jubahnya walau ia tersungkur dengan wajah di tanah. Siapa sangka, sang Penyembuh itu berbalik memandang Berenikhe. MataNya memandang lembut jiwa Berenikhe…dan seketika itu pula ia sembuh. Sang Guru tak menghiraukan najisnya Berenikhe. Ia tersenyum, memegang tangannya lalu membantu Berenikhe bangkit berdiri sambil berkata: “Imanmu telah menyembuhkanmu!”

Bertahun kemudian, Berenikhe kembali menatap wajah Sang Guru yang kini ganti jadi penuh peluh darah di pinggir Golgotha. Kini, dengan gemetar Berenikhe memegang kain dari bajunya dan mengelap wajah Guru yang nyaris hancur tersiksa. Di sana, di potongan kain itu, sang Guru meninggalkan kenangan wajah belaskasihNya yang tak berubah.

Kain itu jadi saksi bahwa sampai akhir sekali, Sang Guru tetap mencintai dan ingat akan Berenikhe. Berenikhe sendiri lalu dalam sejarah lebih dikenal sebagai Veronika – perempuan beriman yang  tegak setia hingga di jalan penyaliban. Rupanya, sahabatku, hanya yang mengerti arti derita akan dimampukan setia berbelas-kasih… Berkatku menyertaimu + p. Albertus Joni SCJ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s