“Tangan Pendoa…”

‪#‎SoulBites‬ 2.0 | 15/10/2015
Di pedesaan Jerman pada abad XV. Albert and Albrecht adalah kaka beradik pecinta lukisan. Albert muda berjanji pada adiknya, Albrecht: “Kau akan dapat mengejar impianmu! Kau akan menjadi seorang seniman ulung!” Sang kakak pun bekerja sangat keras di tambang yang kasar agar adiknya dapat masuk akademi seni di kota. Dan sang adik pun belajar dengan sangat tekun agar ia dapat segera lulus lalu ganti bekerja agar sang kakak dapat masuk akademi seni yang sama. Tahun berlalu dan sang adik, Albrecht, lulus dengan sangat baik. Ia dengan cepat menjadi terkenal karena sketsa dan lukisannya yang indah.

Albrecht pun pulang ke desanya, menjumpai sang kakak dan berteriak gembira: “Kak, kini giliranmu mengasah senimu! Aku yang akan bekerja untukmu!” Dan sang kakak, Albert, pecah tangisnya seraya menjawab: “Tidak! Tidak, adikku! Lihatlah tanganku… Tanganku telah rusak tertimpa bebatuan, sendiku terserang arthritis hingga semua jariku tak dapat diluruskan… Semua telah terlambat bagiku, tapi tak apa… inilah kasihku padamu!”

450 tahun telah lewat sejak hari itu. Albrecht Durer tetap kita kenal sebagai pelukis ulung yang luar biasa dan hampir tiap museum seni memiliki koleksi karyanya. Namun, seluruh dunia, anehnya jadi bergitu terpikat hanya pada satu lukisannya; sebuah lukisan sederhana yang mungkin sudah pernah kau jumpai! Lukisan itu adalah gambar kedua telapak tangan yang mengatup dengan jari jemari kurus yang bengkok mengarah ke langit… Itulah lukisan tangan sang kakak, Albert, yang ia gambar dengan penuh perasaan. Ia menggoreskan kisah pengorbanan sang kakak dalam lukisannya yang kita kenal sebagai “The Praying Hands” – “Tangan Pendoa”…

praying-hands

Ah, sahabatku… Semoga tangan kita menjadi inspirasi bagi orang yang kita kasihi; tangan yang berkisah tentang kebaikan dan ketulusan hati…tangan yang menjadi berkat! Kebaikanmu sekecil apapun dari tanganmu tak akan hilang percuma, sahabatku! Tuhan memberkatimu! + p. Albertus Joni SCJ

Advertisements

2 thoughts on ““Tangan Pendoa…”

  1. Saya sangat senang dengan renungan yg Romo tuliskan, membantu saya dalam memberi renungan dalam ibadat lingkungan, terima kasih, Tuhan Memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s