“Salam Maria…sampai mati…”

‪#‎SoulBites‬ 2.0 – 14/10/2015

Seorang romo Belanda yang sudah sangat sepuh ini setia sekali dengan rosarionya. Hampir tiap saat kita menjumpai jemari tangannya memainkan manik rosario…dan anehnya dengan sangat cepat…

Perlahan kami sadar bahwa ia – yang telah dimakan usia – hanya mendaraskan sepenggal saja doa Salam Maria itu: “Salam Maria…sampai mati…Amin…”

Ya, begitu selesai kata ‘salam Maria’ ia langsung tiba pada kata ‘sampai mati…amin!” Kau pasti tersenyum, sahabatku! Saya juga tersenyum saat menguping doanya yang aneh ini…

Namun ada saat di mana senyumku juga bercampur dengan air mata. Betapa tidak? Begitu cintanya ia pada Maria, Ibu kita, bahkan saat pikun menyerang, ia tetap setia menyapa Bundanya…

Lebih lagi, lama kemudian baru aku tahu bahwa sang romo disiksa di kamp internir zaman Jepang di Muntok. Banyak rekan misionarisnya mati disiksa, sakit dan kelaparan…dan ia bertahan dengan sejarah gelap ini karena rosario sederhana itu…karena dalam tiap peristiwa yang ia daraskan, tersirat harapan dan iman akan hidup kekal…

Sahabatku terkasih,
imam suci itu telah lama tiada… namun penggalan doanya tetap membekas dalam ingatan banyak orang. Lama aku menebak jangan-jangan doa sang imam saleh ini memang berbeda. Aku bayangkan hatinya berujar pada sang Bunda: “Salam Maria, (aku tahu engkau dan Yesus mencintaiku…dan aku juga mencintai engkau, Bundaku dan Yesusku)… sampai mati! Amin!”

Tuhan Yesus dan Bunda Maria memberkatimu, sahabatku! Berikan salam lembutmu pada sang Ibu…
+ p. Albertus Joni SCJ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s