“Kisah Kasih …”

15804_928900300474975_218940033772303144_n

Sahabatku berkisah tentang sepasang suami istri muda yang selalu bersama naik sepeda motor menuju tempat kerjanya. Suatu pagi, sang suami berkendara lebih ngebut dari biasanya. Sang istri yang tak pernah memakai helm karena takut merusak tatanan rambutnya mengeluh: “Pelan-pelan saja, sayang!”  Sang suami tertawa: “Ah, ini menyenangkan kok!” “Tidak, ini tidak menyenangkan! Aku mulai takut bila kau ngebut!” ujar sang istri. Sang suami tampak tersenyum: “Oke, kalau begitu katakan dulu kau mencintaiku!” Sang istri yang cemas setengah berteriak menjawab: “Baik! Aku mencintaimu! Sekarang, jangan ngebut lagi!”

Sang suami seolah belum puas: “Nah, sekarang peluk aku erat-erat!” Dan sang istri pun memeluknya erat. Tapi permintaan sang suami terus datang: “Sekarang, lepaskan helmku dan kamu yang harus memakainya! Helm ini membuat kepalaku sakit!” Sang istripun sekali lagi menurut…

Koran esok pagi memuat berita tentang pasangan ini: “Sepasang suami istri menabrak pembatas jalan raya dengan kecepatan tinggi karena rem yang blong. Sang suami meninggal di tempat. Ia sebenarnya tahu bahwa rem motor tidak bekerja, tetapi ia tak ingin istrinya panik. Ia meminta sang istri mengatakan cintanya dan memeluknya untuk terakhir kali lalu sang suami menyerahkan helmnya agar istrinya selamat walau si suami tahu bahwa itu artinya ia akan mati… “

Sobatku terkasih,

hidup kita – betapapun kejam dan berat – terkisahkan pula hal-hal indah yang amat berharga; kisah tentang seorang yang kita cintai dan rela memberikan hidupnya untuk kita! Sayang, kadang kita tak lagi sadar betapa berartinya mereka sampai maut datang dan memberi perpisahan yang menyakitkan. Maka, sobatku terkasih… malam ini marilah berdoa untuk mereka yang mengasihimu dan yang kau kasihi! Semoga esok kita bangun dengan kesadaran baru bahwa hidup kita baru berarti saat kita belajar memberi diri pada mereka semua! Doa dan berkatku menyertaimu selalu + p. Albertus Joni SCJ

mereka yang mengasihimu dan yang kau kasihi! Semoga esok kita bangun dengan kesadaran baru bahwa hidup kita baru berarti saat kita belajar memberi diri pada mereka semua! Doa dan berkatku menyertaimu selalu + p. Albertus Joni SCJ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s