Surat Cinta Pastor Paroki St. Petrus – 30 Juli 2021

No. : 065/Sto. Pet/PLG/VII/21   Palembang, 30 Juli 2021

Hal : Surat Cinta Pastor Paroki

Kepada Ytk.

Ketua dan Pengurus Lingkungan/ Basis dan seluruh umat Allah yang terkasih
Paroki St. Petrus Palemban
g

di tempat

Salam Damai Kristus dan Salam Sehat, 

Perkenankanlah romo menyampaikan beberapa informasi seputar situasi Paroki kita tercinta ini:

  1. Memandang situasi nasional dan lokal serta komitmen kita untuk mendukung gerakan Pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID19, kita memutuskan untuk memperpanjang pembatasan pelayanan tatap-muka hingga akhir Agustus 2021. 
  2. Misa Mingguan kita rayakan dari rumah masing-masing via kanal YouTube “Paroki Santo Petrus Palembang” pada hari Sabtu pk. 18.00 dan Minggu pk. 09.00. 
  3. Misa Harian dilayani lewat kanal YouTube “Romo Koko” dan Zoom Meeting yang aksesnya dapat Anda minta pada seksi Liturgi lingkungan.  Misa Harian Senin s.d. Jumat pk. 18.15. Khusus hari Sabtu, misa harian dirayakan pk. 06.00 pagi. 
  4. Pelayanan yang tak dapat ditundakan adalah pemberkatan pengantin, sakramen pengurapan miyak suci bagi yang menjelang ajal, pemberkatan jenazah, dan pelayanan konseling dalam situasi khusus. Para romo akan melayani sedapat mungkin setelah mendapat konsultasi dari Satgas COVID19 Paroki dan setelah yakin bahwa prokes ketat dapat dijaga baik. Jangan ragu untuk menghubungi Ketua Lingkungan bila Anda membutuhkan pelayanan ini. 
  5. Intensi misa untuk pelbagai kepentingan dapat dimintakan pada WA Sekretariat Paroki (Ibu Titin) di 0857-4317-6880 atau diantar langsung ke Sekretariat Paroki. Intensi untuk misa harian juga dapat dimintakan dengan menghubungi nomor yang sama. 
  6. Karena biaya operasional pelayanan Paroki tetap berjalan, maka kami sangat mengharapkan inisiatif Pengurus Lingkungan untuk mendorong umat semua mengumpulkan kolektenya secara sistematis. Bagi yang tergerak untuk transfer, dapat menggunakan rekening Paroki kita yang baru untuk kolekte: BCA KCP Kenten – no. 15.11.77.77.00 – an. Paroki St Petrus Palembang. Berilah keterangan: kolekte. Romo menghaturkan banyak terimakasih pada umat yang setia mempersembahkan kasih dan hatinya pada Tuhan.
  7. Juga rasa syukur kami haturkan pada para donatur pembangunan Gereja. Sampai saat ini terkumpul Rp. 97.044.027 dari 272.000.000 yang dibutuhkan. Berkat Tuhan menyertai keluarga para donatur semua. Juga terimakasih romo pada team Jager dan team Pembangunan yang bahu-membahu setia mengerjakan kanopi samping Pastoran yang 85% selesai dan taman baru Santo Mikael yang makin mempercantik Gereja kita. Perbaikan kubah Gereja kita yang bocor juga hampir selesai. Semoga kita tidak kuatir ketika hujan saat misa kudus. Setelah kanopi dan taman Santo Mikael 100% jadi, kita akan meneruskan pembangunan gudang paroki dan pelepasan keramik yang sudah runtuh di dinding Gereja. Mohon doa dan dukungan umat semua. Bila Anda hendak menyumbang, dapat menggunakan rekening Team Pembangunan Paroki: BCA KCP Kenten – no. 15.11.17.77.70 – an. Paroki St Petrus Palembang PEM. Sekali lagi terimakasih untuk cintamu. 
  8. Gerakan solidaritas Lingkungan dan Basis bagi keluarga Katolik yang terpapar COVID19 harus romo apresiasi sebesar-besarnya. Banyak lingkungan telah mewujud-nyatakan cinta mereka dengan mengirim logistik, menyediakan pondokan isolasi, meneguhkan dan mendoakan saudari/a kita yang terpapar. Bila dirasakan bahwa kas Lingkungan sudah ‘berat’ untuk gerakan cinta kasih ini, jangan takut bercerita pada Romo. Bila ada kesulitan tentang tempat isolasi, jangan ragu untuk menghubungi keluarga Pastoran – dalam hal ini Rm. Albertus Joni scj (0812-8878-0033). Romo Joni akan mengusahakan sebisa mungkin untuk mencarikan tempat isolasi dalam kerjasama dengan DPP dan Satgas COVID19.  Kita akan upayakan semua cara agar mereka yang terpapar tetap merasakan kasih dan dukungan kita. 
  9. Romo juga ingin berterimakasih pada Anda semua yang telah berbaik hati membantu Aksi Kasih Kamisan ibu-ibu WKRI dalam rupa pemberian nasi bungkus gratis. Ini saatnya Gereja menjadi juga rumah bagi semua orang. 
  10. Apresisasi romo juga diberikan pada team multimedia Paroki di bawah komando Bung Aryo Mahir dan OMK St. Petrus yang luar biasa. Pelayanan mereka selama masa pandemi ini sangat vital dan ke depan kita akan mengembangkan pelayanan KomSos ini secara lebih baik di bawah koordinasi Bung Cahya Pamungkas. Kita akan meng-agenda-kan pertemuan rutin virtual per lingkungan pada bulan Agustus ini. Romo berharap kita tetap dapat berwawan hati walau jarak memisahkan kita; khususnya romo rindu menyapa keluarga-keluarga muda dengan anak-anak kecil yang selama ini terhalang datang secara fisik karena pembatasan prokes.
  11. Vaksin Pemerintah yang gratis hadir dengan berlimpah. Ini satu-satunya jalan menuju kekebalan kelompok dan jalan keluar dari pandemi. Bila fisik Anda sehat dan baik, carilah vaksin dengan semua cara yang ada. 

Demikianlah surat cinta ini romo tuliskan. Romo mendoakan kesehatan kita semua. Ibu Maria – pelindung semua anak Tuhan yang mencintai Gereja – mendoakan kita semua. Tuhan memberkati Anda dan keluarga sekalian. Terimakasih. 

Hormat kami, 

Rm. Y. Harry Subekti, s.c.j.

Pastor Kepala Paroki St. Petrus Palembang

Novena kepada Hati Yesus yang Maha Kudus

Tuhan Yesus yang amat kami kasihi, Penebus bangsa manusia,
Lihatlah kami sekarang dengan rendah hati berlutut di hadapan-Mu.

Kami ini umat-Mu, dan kami ingin tetap menjadi umat-Mu;
Tetapi agar persatuan kami dengan Dikau lebih erat lagi
maka sekarang ini kami masing-masing dengan rela hati menyerahkan diri kepada hati-Mu yang Mahakudus. 

Tuhan Yesus, banyak orang yang belum mengenal Engkau, banyak pula yang menghina perintah-perintah-Mu dan yang mengingkari-Mu. 

Tuhan Yesus yang Mahamurah, kasihanilah semua orang itu,
Dan tariklah mereka kepada hati-Mu yang kudus.
Ya Tuhan, hendaklah Kaurajai bukan hanya mereka yang setia saja; yang belum pernah menjauhkan diri dari pada-Mu, tetapi juga anak-anak yang meninggalkan Dikau seperti si anak yang hilang itu. 

Berilah kami semua kesadaran untuk segera kembali ke rumah Bapa, jangan sampai kami binasa karena kesusahan dan kelaparan. 

Hendaklah Kaurajai juga mereka yang tertipu oleh pengajaran yang salah atau yang terpisah karena pengkhianatan. Pulangkanlah mereka ke pelabuhan kebenaran dan ke persatuan iman supaya hanya ada satu kawanan dan satu Gembala. 

Ya Tuhan berikanlah kepada Gereja-Mu kemerdekaan yang tetap dan sentosa. Berilah kepada segala bangsa keamanan dan ketertiban. 

Berilah juga kami semua yang hadir di dalam hatiMu saat ini, rahmat yang kami butuhkan pada saat ini …

hening sejenak – doakan ujub dan permohonan Anda dalam hati

Berilah kerinduan hati kami ini, supaya akhirnya di seluruh dunia berkumandanglah satu suara ini: 

“Kemuliaan kepada Hati Ilahi yang membawa bahagia kepada kita. Kepada Hati itulah hormat serta pujian selama segala abad.” Amin.

My Christmas Plea

Halo kawanku,

Dari salah satu pojok RS Roma Katolik Charitas, saya menulis pesan ini untukmu.

Selama masa isolasi dan pemulihan dari COVID-19 ini, Tuhan mengizinkan saya melihat-alami bahwa super-heroes itu tak selamanya memakai baju zirah atau sayap untuk terbang. Banyak dari pahlawan itu menggunakan APD yang sesak-panas dan dengan setia berjibaku mempertahankan kehidupan para pasien.

Para tenaga kesehatan di masa pandemi ini harus berpuasa makan-minum selama jam kerja agar menghemat jatah baju hazmat mereka. Mereka tidak bisa seenaknya masuk keluar toilet karena protokol kesehatan yang ketat di RS berkaitan dengan baju pengaman ini.

“Romo, kalau kami dinas malam, kami bahkan selalu pakai popok di dalam baju hazmat ini,” ujar salah satu dokter.  

“Berat badan kami terus turun, romo. Kami terus bertanya sampai lelah sendiri: ‘kapan pandemi ini akan berakhir,” sambung perawat yang lain.

Lanjutkan membaca “My Christmas Plea”

“Semper fidelis, Pater!”

Rm. Raphael Trần Xuân Nhàn dari Keuskupan Vinh, Vietnam

Rm. Raphael Trần Xuân Nhàn dari Keuskupan Vinh di Vietnam adalah teladan kesetiaan bagi para imam. Foto kecil ini menggambarkan imannya di kala kanker paru-paru stadium akhir menggerogoti tubuhnya. Kanker menjalar ke banyak bagian tubuhnya dan rasa sakit merasuk sampa ke tulang sum-sumnya. Ia tak mampu berdiri atau duduk. Namun Romo Raphael ini masih kuat mengangkat hosti murni dan piala suci demi melihat Sang Guru yang setia ia ikuti sampai akhir nanti.

Umat Katolik terkasih, janganlah lupa dengan para Rama dan biarawan-biarawati yang telah lanjut usia dan sakit. Dalam masa muda, mereka memberi pelayanan: membaptismu dan anak-cucumu, mendengarkan keluh kesahmu, mengeringkan air matamu, membawa ampunan bagi dosamu, memberkati pernikahanmu, mengunjungi engkau di kala sakit, mendidikmu di sekolah-sekolah Katolik, membawa Yesus dalam Ekaristi – bahkan hingga pelosok dan tempat yang tak mudah dijangkau. Walau pelayanan mereka belum sempurna, mereka ada hampir di tiap bagian penting dalam hidupmu. Jangan lupakan mereka yang telah renta dan sakit.

Foto Romo Raphael Trần Xuân Nhàn ini menyentuhku secara pribadi. Semoga, kelak, saya boleh menghadap Sang Guru dengan stola yang melingkar di leher saya, dengan tali cincture yang  mengikat pinggang saya, dan dengan kasula sederhana di atas tubuh saya. Semoga! Semper fidelis, Pater! Tetaplah setia, Romo!

P.S.: Bila Anda tergerak untuk membantu Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus – SCJ, Provinsi Indonesia – baik dalam karya konfrater muda maupun topangan hidup para imam/bruder kami yang telah sepuh dan sakit, Anda dapat berbagi via

BCA (Kcp. Sudirman). No. Rek. 855-554-98-88

an. Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus.

Sila memberi kabar dan intensi doa Anda pada

Rm Sugiarno Scj +62 811 7833 367.

Terimakasih dan Tuhan memberkati!

Yang Muda Ikut Terlibat

Video ini adalah rekaman percakapan @romo_koko dengan @albertus.gregory seputar aktivisme orang muda Katolik. Salah satu program kepedulian sosial dalam Gereja Katolik Indonesia adalah @jalakasih – digagas dan dirawat oleh orang muda luar biasa! Saat ini program jalakasih.com telah menjangkau 128 gereja dan puluhan anak didik di pedalaman tanah air. Selamat menikmati percakapan kami dan tolong sebarkan agar lebih banyak kebaikan disemai dan dipetik buahnya… Dua pekan mendatang, kami akan berbincang tentang tema lain. Tunggu update-nya di akun IG @jalakasih dan FB Jala Kasih!

#RomoKoko: Mengapa Berdevosi Kerahiman Ilahi?

Kerahiman Ilahi mungkin adalah devosi yang paling populer saat ini. Namun pertanyaan utamanya: mengapa kita berdevosi pada Kerahiman Ilahi di zaman modern ini? Sembari mendengar kesaksian iman dari Angelina Streenstra, kita akan belajar lebih dalam antara kaitan Kitab Suci dengan devosi ini dan mengapa orang di zaman modern masih harus berharap pada Kerahiman Ilahi…

Karena Hidup Seperti Terminal

“For if we have been united with him in a death like his, we shall certainly be united with him in a resurrection like his.” ~ Romans 6:5

74507811_2540139279552770_8462072569489522688_o

Salah satu kepastian tentang hidup duniawi adalah bahwa kita semua akan mati, wafat, meninggal dunia (you name it-lah!). Kelak, pada satu waktu, engkau dan aku yang gemar berselancar di IG, FB, Twitter dan YouTube, akan sama-sama berujung di kematian; kembali pada debu dan tanah. Kita mungkin pernah bertanya: “Mengapa aku harus dilahirkan kalau suatu hari hidup ini akan berakhir dengan maut yang kaku dan dingin?”

Iman Kristiani menjawab pertanyaan ini dengan sederhana: “Maut bukan akhir dari segalanya!” Kematian adalah keberlanjutan; sebuah tiket di terminal menuju bahagia yang abadi bersama Bapa yang Maha Welas Asih.

Salah satu pewahyuan agung dalam Yesus Kristus adalah bahwa sengat maut telah binasa di atas kayu salib. Maut – yang mulanya hadir akibat dosa – seolah memangsa manusia sejak Adam jatuh. Sebelum Kristus datang, manusia jauh dari Allah bahkan setelah kematian.

Di sinilah indahnya misteri iman Kristiani: Allah menyelamatkan; Ia menjelma menjadi manusia agar raga dan jiwa manusia kembali mulia sesuai martabat saat ia diciptakan! Dan di atas palang penghinaan itu, Sang Putra menebus dosa ketidak-taatan Adam dengan menjadi taat pada kehendak BapaNya; bahkan taat hingga mati.  Lanjutkan membaca “Karena Hidup Seperti Terminal”

Melihat dari Ketinggian

72634493_2528055497427815_546812743382990848_o

Penting untuk dapat melihat semua masalahmu dari “ketinggian”! Banyak orang gagal mengambil jarak dari masalahnya dan dari emosi negatifnya lalu menjadi over-reactive dan over-sensitive. Dalam doa, kita jadi “terhubung” pada Yang Maha Tinggi… dan kita jadi lebih mudah melihat masalah dari perspektif yang lebih luas; dari cakrawala yang memberi kesempatan pada pergulatan untuk diubah menjadi berkat…
Semoga Anda hari ini diberi rahmat untuk mampu melihat persoalan dan tantangan hidup dengan lebih jernih… dari ketinggian!

Tinggal dalam SabdaNya

“If you continue in My word, you are truly my disciples, and you will know the truth, and the truth will make you free” ~ Jn. 8:31–32

75418165_2522014234578932_7294634272990691328_o
Setia tinggal dan tumbuh dalam Sabda Tuhan itu tidak mudah. Kita hidup dalam “dunia yang sedang berlari,” kata Anthony Giddens. Kita dikelilingi oleh suara-suara penuh tekanan, tuntutan, dan macam-macam tawaran semu: untuk jadi sukses, kaya, dan terkenal. Kita kadang lupa untuk berhenti berlari dan menarik nafas; lupa untuk sekadar bertanya pada dirimu sendiri: “Am I happy?”

Bahagia yang sejati, sahabatku, tak ditentukan oleh isi dompetmu, oleh jaminan masa depanmu dan oleh puja-puji orang di sekelilingmu. Bahagia yang sejati adalah saat kau temukan kepenuhan dirimu dalam SabdaNya yang menghidupkan! Bahagia yang benar adalah saat kita tenggelam dalam kata-kata Putra Allah yang membebaskan: “Bangunlah! Aku pun tak menghakimi engkau… Bangkitlah! Sembuhlah! Jangan berbuat dosa lagi! Sungguh, hari ini juga kau akan bersamaKu di Firdaus…”

Sejenak, luangkan waktumu untuk berdiam bersama SabdaNya! Biarkan hatimu diubah oleh sapaanNya! Di ujung hari, tanpa kau sadari, pelan-pelan kita akan mengerti apa artinya kebenaran; apa artinya menjadi sungguh bebas … Tuhan memberkati!

Untuk Indonesiaku di September 2019

Saffir Maki
Photo credit: Safir Makki/CNN Indonesia

‘Revolusi Mental’ seharusnya membuat orang-orang besar tidak fobia pada kritik dari rakyat kecil… Semoga aku dan engkau – walau saling beradu pendapat – tetaplah sadar bahwa kita adalah saudari-saudara sebangsa yang lahir dari rahim Nusantara!

Jangan saling baku pukul dan bunuh karena kekerasan tak pernah sampai pada solusi yang utuh! Yang berseragam cokelat dan loreng sejatinya disumpah menjadi penjaga anak bangsa… tak boleh kau lukai dan kau ciderai! Pelajar muda berseragam aneka warna juga tak akan jadi dewasa bila argumen mereka disambut dengan gas air mata, peluru, dan pentung! Bijak-bijaklah menghadiahi Dhandy dan Ananda jeruji besi karena jangan-jangan dua orang muda ini tak kalah cintanya pada negeri dibandingkan mereka yang punya lencana dan kuasa membui!

Telinga lebar dan hati yang besar adalah jalan untuk saling mendengar dan bertukar nalar… bukan untuk menetapkan yang salah dan yang benar; melainkan untuk mendamaikan yang bertengkar dan bersama menemukan akar soal di antara kita! Berteriak dan berkelahi terlalu lama kadang mengubah ketidaksukaan menjadi obsesi kebencian. Atau, jangan-jangan, diam-diam kita sebenarnya menikmati kekerasan itu dan menggunakannya sebagai alat pemuas kebutuhan kita akan identitas golongan? Atau, justru ini yang diinginkan orang-orang yang memang punya kepentingan untuk menggulingkan demokrasi? Ah, entahlah! Aku tak mau kita saling curiga! Bila hati habis dimakan syak wasangka, kapan kita dapat kembali berpelukan sebagai anak-anak Pancasila?

Yang kutahu sederhana saja: ini saatnya menghentikan kekerasan – baik dari jalanan dan dari tahta para pejabat! Ini saatnya menggunakan jalur komunikasi! Yang kutahu sederhana saja: tak elok kita saling beradu otot sementara Mama-Mama di Ambon belum kering tangisnya karena rumah, harta dan cinta mereka dihantam lindu! Yang kutahu sederhana saja: pada akhirnya, hanya kasih yang boleh dan yang akan menang!

Damailah Indonesiaku!